URGENSI KESEIMBANGAN IQ, EQ DAN SQ
MAHASISWA
Pada umumnya, setiap individu memiliki kecerdasan IQ (Intelligence Quotients), EQ (Emotional
Quotients) dan SQ (Spiritual Quotients). Masing-masing kecerdasan tersebut bukan hanya pengaruh naluri
alamiah, tetapi juga berasal dari didikan orangtua, lingkungan dan proses
belajar. Kecerdasan tersebut dapat meningkat dengan adanya proses latihan dan
belajar.
IQ merupakan kecerdasan manusia dalam hal kognitif, seperti
menalar, berhitung, memahami bacaan, berpikir dan menggunakan bahasa. IQ dapat
berkembang melalui proses belajar. Setiap manusia memiliki tingkat IQ yang
bervariasi.
EQ merupakan kemampuan manusia dalam mengatur emosi dan perasaan.
EQ akan mempengaruhi pengendalian emosi, bangkit dari frustasi, kemampuan untuk
memotivasi diri sendiri, interaksi dengan masyarakat dan kemampuan
menyelesaikan konflik.
SQ merupakan kecerdasan manusia mampu memaknai pekerjaan yang ia
lakukan. SQ merupakan kecerdasan yang utama dalam memfungsikan IQ dan SQ.
Dalam dunia pendidikan, kecerdasan yang digunakan sebagai bahan
penilaian utama adalah IQ. Hal tersebut karena IQ merupakan penunjang utama
dalam proses belajar. Mahasiswa yang memiliki IQ tinggi dapat dengan mudah
memahami pelajaran, berpikir cepat dan kreatif dan lugas dalam berbicara.
Adapun mahasiswa dengan IQ normal harus belajandr lebih keras lagi untuk
mendapat nilai yang memuaskan.
Akibatnya, pendidik cenderung melupakan dua kecerdasan yang lain,
yakni EQ dan SQ. Padahal ada akibat yang fatal, ketika mahasiswa hanya
mengunggulkan IQ-nya saja.
Seorang mahasiswa dengan IQ yang tinggi dapat dengan mudah mendapat
nilai bagus dalam ujian. Namun bisa saja mahasiswa tersebut tidak memiliki
banyak teman akibat susah bergaul, kurang mengontrol emosi atau kurang
bersosialisasi dengan masyarakat. Mengapa demikian? Hal tersebut terjadi karena
mahasiswa tersebut memiliki EQ yang kurang. Tingkat IQ yang tinggi belum
diimbangi dengan EQ yang memadahi.
Lain halnya dengan mahasiswa yang memiliki IQ dan EQ yang tinggi
namun SQ yang dimiliki masih kurang. Mahasiswa tersebut dapat dengan mudah
memperoleh nilai yang bagus, memiliki teman yang banyak dan dapat diterima
dalam masyarakat. Namun akibat SQ yang masih kurang, ketika mahasiswa tersebut
menjadi bendahara dalam kepanitiaan bisa saja ia mengambil uang menjadi
tanggungjawabnya untuk keperluan pribadi. Inilah akibat dari IQ, EQ yang tinggi
dan SQ yang kurang. Fenomena mahasiswa
tersebut terjadi karena masing-masing kecerdasan tersebut tidak seimbang.
Dunia pendidikan, selama ini masih memandang sebelah mata terhadap
dua kecerdasan tersebut, yakni EQ dan SQ. Padahal kesuksesan bukan hanya
dilihat dari tingkat IQ yang tinggi. IQ tidak menjamin kesuksesan seseorang.
Keberhasilan pendidikan dan kesuksesan seseorang merupakan hasil dari
keseimbangan antara IQ, EQ dan SQ.
Untuk mengasah IQ dapat dilakukan dengan belajar dengan giat.
Adapun untuk mengasah EQ adalah dengan kepekaan terhadap lingkungan, belajar
mengendalikan emosi untuk tidak terlalu bahagia ataupun terlalu sedih, belajar
untuk bangkit dari kegagalan. Sedangkan untuk mengasah SQ adalah dengan
berusaha memaknai pekerjaan diri sendiri dan orang lain. Pengasahan tersebut
dilakukan untuk menyeimbangakan ketiga kecerdasan tersebut. Keseimbangan IQ, EQ
dan SQ akan mempengaruhi kesuksesan seorang mahasiswa.
No comments:
Post a Comment