Tuesday, December 31, 2013

URGENSI KESEIMBANGAN IQ, EQ DAN SQ BAGI MAHASISWA

URGENSI KESEIMBANGAN IQ, EQ DAN SQ MAHASISWA
Pada umumnya, setiap individu memiliki kecerdasan IQ (Intelligence Quotients), EQ (Emotional Quotients) dan SQ (Spiritual Quotients). Masing-masing kecerdasan tersebut bukan hanya pengaruh naluri alamiah, tetapi juga berasal dari didikan orangtua, lingkungan dan proses belajar. Kecerdasan tersebut dapat meningkat dengan adanya proses latihan dan belajar.
IQ merupakan kecerdasan manusia dalam hal kognitif, seperti menalar, berhitung, memahami bacaan, berpikir dan menggunakan bahasa. IQ dapat berkembang melalui proses belajar. Setiap manusia memiliki tingkat IQ yang bervariasi.
EQ merupakan kemampuan manusia dalam mengatur emosi dan perasaan. EQ akan mempengaruhi pengendalian emosi, bangkit dari frustasi, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, interaksi dengan masyarakat dan kemampuan menyelesaikan konflik.
SQ merupakan kecerdasan manusia mampu memaknai pekerjaan yang ia lakukan. SQ merupakan kecerdasan yang utama dalam memfungsikan IQ dan SQ.
Dalam dunia pendidikan, kecerdasan yang digunakan sebagai bahan penilaian utama adalah IQ. Hal tersebut karena IQ merupakan penunjang utama dalam proses belajar. Mahasiswa yang memiliki IQ tinggi dapat dengan mudah memahami pelajaran, berpikir cepat dan kreatif dan lugas dalam berbicara. Adapun mahasiswa dengan IQ normal harus belajandr lebih keras lagi untuk mendapat nilai yang memuaskan.
Akibatnya, pendidik cenderung melupakan dua kecerdasan yang lain, yakni EQ dan SQ. Padahal ada akibat yang fatal, ketika mahasiswa hanya mengunggulkan IQ-nya saja.
Seorang mahasiswa dengan IQ yang tinggi dapat dengan mudah mendapat nilai bagus dalam ujian. Namun bisa saja mahasiswa tersebut tidak memiliki banyak teman akibat susah bergaul, kurang mengontrol emosi atau kurang bersosialisasi dengan masyarakat. Mengapa demikian? Hal tersebut terjadi karena mahasiswa tersebut memiliki EQ yang kurang. Tingkat IQ yang tinggi belum diimbangi dengan EQ yang memadahi.
Lain halnya dengan mahasiswa yang memiliki IQ dan EQ yang tinggi namun SQ yang dimiliki masih kurang. Mahasiswa tersebut dapat dengan mudah memperoleh nilai yang bagus, memiliki teman yang banyak dan dapat diterima dalam masyarakat. Namun akibat SQ yang masih kurang, ketika mahasiswa tersebut menjadi bendahara dalam kepanitiaan bisa saja ia mengambil uang menjadi tanggungjawabnya untuk keperluan pribadi. Inilah akibat dari IQ, EQ yang tinggi dan SQ yang kurang. Fenomena  mahasiswa tersebut terjadi karena masing-masing kecerdasan tersebut tidak seimbang.
Dunia pendidikan, selama ini masih memandang sebelah mata terhadap dua kecerdasan tersebut, yakni EQ dan SQ. Padahal kesuksesan bukan hanya dilihat dari tingkat IQ yang tinggi. IQ tidak menjamin kesuksesan seseorang. Keberhasilan pendidikan dan kesuksesan seseorang merupakan hasil dari keseimbangan antara IQ, EQ dan SQ.
Untuk mengasah IQ dapat dilakukan dengan belajar dengan giat. Adapun untuk mengasah EQ adalah dengan kepekaan terhadap lingkungan, belajar mengendalikan emosi untuk tidak terlalu bahagia ataupun terlalu sedih, belajar untuk bangkit dari kegagalan. Sedangkan untuk mengasah SQ adalah dengan berusaha memaknai pekerjaan diri sendiri dan orang lain. Pengasahan tersebut dilakukan untuk menyeimbangakan ketiga kecerdasan tersebut. Keseimbangan IQ, EQ dan SQ akan mempengaruhi kesuksesan seorang mahasiswa.